Profil Perusahaan

Anugrah Sri Jaya

Wujud dari keberanian, ketekunan, dan  dedikasi yang tumbuh dari usaha rumahan hingga menjadi perusahaan lintas bidang yang terkemuka.

Sejarah Perusahaan

Anugrah Sri Jaya merupakan wujud dari keberanian, ketekunan, dan dedikasi yang tumbuh dari usaha rumahan hingga menjadi perusahaan lintas bidang yang terkemuka. Berdiri di atas fondasi doa dan dukungan keluarga, perusahaan ini lahir dari visi serta semangat pantang menyerah I Nyoman Suartana.

Fase Ekspansi 2

Tahun 2024

Ekspansi Sektor Dekorasi

Berbekal sistem manajemen yang matang dan kapasitas tim yang solid, pada 24 Mei 2024, Anugrah Sri Jaya kembali memperluas portofolio bisnisnya ke sektor dekorasi melalui peresmian unit usaha Looking Decor & Rental.

Ekosistem Digital & Logam

2016 - 2020

Diversifikasi Konstruksi & SIM Terintegrasi

Pada 24 Mei 2016, melihat kemiripan teknik produksi advertising dengan pengerjaan logam, perusahaan mendirikan unit usaha Bengkel Las. Unit ini berkembang pesat hingga merambah layanan konstruksi baja ringan, baja berat, serta pemasangan plafon dan partisi gypsum.

Memasuki tahun 2017, Anugrah Sri Jaya mengadopsi teknologi digital (digital printing) untuk mempercepat arus produksi dan melengkapi variasi layanan.

Kemudian pada rentang 2019–2020, perusahaan mengkonsolidasikan fokus bisnisnya dengan menonaktifkan unit perikanan dan beralih membangun Sistem Informasi Manajemen (SIM) terintegrasi. Dirancang bersama Bapak Ir. I Made Subrata Sandhiyasa, S.Kom., M.Kom., IPM selaku pencipta sistem sekaligus mentor perusahaan, SIM ini resmi diimplementasikan pada awal 2020 untuk mendukung analisis data, kontrol kualitas, dan pengambilan keputusan yang presisi.

Re-Branding & Ketahanan

2014 - 2015

Identitas Baru & Masa Ujian

Momen bersejarah terjadi pada 24 Mei 2014, di mana melalui upacara adat Bali, nama perusahaan secara resmi disesuaikan menjadi Anugrah Sri Jaya:

★ Anugrah: Berkah dari Yang Mahakuasa.
★ Sri: Kesejahteraan dan kemakmuran.
★ Jaya: Kemenangan dan kesuksesan.

Pada momen tersebut, kepemimpinan secara bertahap diserahkan kepada I Wayan Indra Sastrawan. Di bawah kepemimpinannya, strategi modernisasi peralatan, penataan tata ruang, dan efisiensi sistem kerja mulai diterapkan.

Meski sempat menghadapi tantangan krisis keuangan pada tahun 2015 akibat dinamika strategi bisnis, Indra meresponsnya melalui evaluasi dan diversifikasi. Setelah sempat melakukan eksperimen di sektor peternakan hingga akhirnya fokus pada pembibitan ikan lele, ia terus mencari peluang ekspansi yang relevan dengan inti bisnis perusahaan.

Transisi Manajerial

Tahun 2012

Transisi Kepemimpinan & Advertising

Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar yang tidak hanya terbatas pada konveksi dan percetakan, tetapi juga meluas ke pembuatan papan nama serta advertising, I Nyoman Suartana mulai mempercayakan tanggung jawab operasional kepada putra pertamanya, I Wayan Indra Sastrawan.

Meski mengawali proses secara otodidak dengan dukungan rekan dan kerabat, Indra berhasil mendalami industri periklanan dan advertising secara penuh pada tahun 2012.

Fase Ekspansi 1

2008 - 2010

Lompatan ke Dunia Cetak

Seiring berjalannya waktu, pada 24 Mei 2008, perusahaan mulai mengepakkan sayap ke bidang percetakan. Kendati menghadapi keterbatasan peralatan, langkah besar dicapai pada Desember 2009 melalui pengadaan unit komputer bertipe Mainboard G41. Kehadiran perangkat ini menjadi akselerator dalam efisiensi desain grafis dan cetak.

Perjalanan ini juga diperkuat oleh kepedulian seorang mentor, Bapak Wayan Witra, yang meminjamkan mesin cetak manual tanpa biaya sewa. Sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih, setiap pesanan dari beliau selalu diprioritaskan dengan kualitas dan kecepatan terbaik.

Memasuki November 2010, unit mesin cetak tersebut resmi dibeli, disusul dengan penambahan mesin potong kertas guna meningkatkan kapasitas dan profesionalisme produksi.

Fase Inisiasi

Tahun 2006

Awal Mula Berdiri

Berbekal tekad dan restu dari kedua orang tuanya, I Nyoman Brata (Alm.) dan Ibu Ni Wayan Jadri (Alm.), I Nyoman Suartana bersama sang istri, Ni Putu Sumanasih (Alm.), merintis usaha konveksi dan sablon skala rumah tangga di Br. Perang Alas Lukluk, Mengwi, Badung, Bali.

Usaha tersebut diberi nama Anugrah—sebuah nama yang melambangkan ucapan syukur dan harapan akan berkah Tuhan Yang Maha Esa.

Pada masa-masa awal, operasional dijalankan secara mandiri. Mulai dari menjahit, menyablon, hingga melayani pelanggan dilakukan dengan penuh ketulusan. Dari sinilah lahir moto perusahaan: "Selalu dengan Hati." Nilai ini ditransformasikan melalui filosofi Tat Twam Asi ("aku adalah kamu, kamu adalah aku"), di mana setiap pesanan dikerjakan dengan rasa tanggung jawab penuh seolah-olah milik sendiri.

BAB II

Visi, Misi, Moto, & Filosofi Perusahaan

1. MOTO UTAMA

“Selalu dengan Hati”

Menglandasi setiap proses produksi dan pelayanan dengan ketulusan, rasa memiliki, dan komitmen terhadap kualitas terbaik.

2. FILOSOFI DASAR

Tat Twam Asi

(AKU ADALAH KAMU, KAMU ADALAH AKU)

Menjadi pijakan moral dalam memperlakukan setiap pelanggan, mitra, dan karya dengan rasa empati, tanggung jawab tinggi, serta dedikasi penuh.

3. PILAR UNIT BISNIS

Vendor Visual Promosi Berkarakter

KONVEKSI, PERCETAKAN, ADVERTISING, & DIGITAL PRINT

Menyajikan solusi media promosi dan cetak visual yang inovatif, presisi, serta mencerminkan karakter kuat dari setiap identitas klien.

Vendor Konstruksi & Struktur Profesional

BENGKEL LAS, BAJA BERAT, BAJA RINGAN, & PLAFON/PARTISI GYPSUM

Menyediakan layanan keteknikan dan konstruksi yang aman, kokoh, tepat waktu, serta berstandar profesional.

Vendor Estetika & Dekorasi

LOOKING DECOR & RENTAL

Menghadirkan sentuhan keindahan, kerapian, dan nilai estetika tinggi pada setiap detail karya dekorasi dan tata ruang.

“

4. PEDOMAN OPERASIONAL

Ekosistem Terintegrasi :

Tiga Pilar, Satu Visi Presisi

”

Menghubungkan seluruh unit bisnis dalam satu ekosistem terpadu guna memberikan pelayanan menyeluruh, akurat, dan bernilai tambah bagi seluruh pelanggan Anugrah Sri Jaya.